Gris Ambot December 10, 2019

Rm Yohanes Emanuel Enggong Pr merupakan Imam Keuskupan Ruteng, satu dari tiga imam oleh Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr. Silvester San di Pra Paroki Jawang, Sabtu (07/12/2019). Usai ditahbiskan imam di Pra Paroki Jawang, Sabtu (07/12/2019), ia diantar ke Paroki Reo tempat ia dibesarkan untuk merayakan syukuran bersama keluarga dan umat paroki.

Setelah perayaan pentahbisan, Imam Baru diarak oleh regu ronda Keluarga Kolang Manggarai Barat dari tempat tahbisan menuju rumah keluarga di Jawang. Acara resepsi diawali dengan penyerahan Imam Baru dari Panitia Pentahbisan kepada Keluarga Imam Baru. Sore harinya,rombongan imam baru menuju ke Reo untuk disambut secara adat oleh umat Paroki Reo.

Rombongan Imam Baru tiba di Reo pada pukul 15.45 dan disambut dengan acara  adat Manggarai yaitu acara toi salang bertempat di pintu masuk terminal Gadong Reo. Kemudian Imam Baru diarak menuju Gereja Paroki Reo dengan menggunakan kendaraan  khusus yang  telah disedikan oleh panitia  misa Syukur  Imam Baru  dan dimeriahkan oleh Group Marching Band SMAK St.Gregorius Reo sampai di depan Pintu Gerbang Gereja Paroki Reo.

Selanjutnya Imam Baru disambut dengan upacara adat manuk kapu dan pengalungan selendang serta tarian tiba meka oleh group sanggar tari Lawe Lujang  SMAK St.Gregorius Reo, kemudian diarak menuju ke Aula Paroki Reo untuk mengikuti acara malam resepsi keluarga. Sepanjang perjalanan rombongan Imam Baru dikawal oleh pihak keamanan dari Polsek Reok, DANRAMIL, dan UPT Dinas Perhubungan Kecamatan Reok.

Perayaan Misa Syukur

Misa syukur Imam Baru dilaksanakan di Paroki Reo, Minggu (08/12/2019). Misa dimulai pada pukul 09.00, diawali dengan perarakan pembukaan mulai dari Pendopo Pastoran menuju pintu masuk Gereja yang meriahkan oleh Group Tarian dari Etnis Cibal. Misa syukur dipmpin langsung oleh Rm Yoan Enggong dan diampingi oleh Rm Pastor Paroki Reo Rm Fedinadus Gadu Pr dan Pastor Rekan Rm Loius Jawa Pr. Turut hadir yaitu Rm Vikjend Keukupan Ruteng Rm Alfons Segar Pr, Vikep Reo Rm Herman Ando, Pastor Paroki Dampek, Para Pater Komunitas SVD Sengari, dan sejumlah biarawan biarawati.

Pastor Paroki Reo Rm Ferdinandus Gadu Pr dalam sambutanya pada akhir perayaan Ekaristi menyatakan Rm Yoan Enggong sebagai salah satu dari tujuh putra terbaik Paroki Reo yang dipanggil menjadi pastor.

“Paroki Reo adalah paroki tua dan paroki yang besar di keuskupan Ruteng, dalam sejarah perjalananya Paroki Reo telah memiliki tujuh putra terbaik yang telah ditahbiskan menjadi Imam. dan Romo Yoan Enggong adalah salah putra terbaik Paroki Reo yang yang  dipilih oleh Tuhan untuk bekerja di ladang anggur-Nya,” ungkap Romo Ferdy.

Pastor Paroki Reo itu berharap, peristiwa iman yang dirayakan dalam perayaan syukuran hari itu, menjadi sebuah motivasi untuk lahirnya Yoan-Yoan yang lainnya untuk menjawab panggilan Tuhan bekerja di ladang anggunr-Nya.

Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutka dengan acara Resepsi Syukuran  di Aula Proki Reo, hadir dalam acara ini antara lain; Camat Reok, Para Lurah se-Kota Reo, Anggota Danramil Reo, Anggota POLSEK Reo, Tokoh lintas  Agama. Acara resepsi diselingi oleh atraksi yang dibawakan oleh sekolah-sekolah se-kota Reo, mulai dari SD, SMP, dan SMA . Mengahiri acara resepsi syukuran, acara dilanjutkan dengan penyerahan Imam Baru oleh Pastor Paroki Reo kepada keluarga Imam Baru. Kemudian Imam Baru  dihantar menuju kerumah keluarga di Barang Kolong didampingi oleh Romo Vikep Reo, Romo Pator Paroki Reo, Romo Kapelan, Pastor Paroki Dampek, Romo Fery mantan Pembimbing Top, dan Panitia.

Rombongan Imam Baru disambut oleh tarian adat dari etnis Ende di depan Pintu masuk Kejaksaan Negeri Ruteng di Reo, disambut dengan gong gendang etnis Wejang Kalo di halaman rumah Imam Baru. Kemudian sebelum masuk rumah kedua orang tua mengenakan kain conke kepada Imam Baru sebagai simbol ikatan emosional yang utuh antara orang tua dan Imam Baru serta memperkuat panggilan Imamat dalam menjalankan tugas panggilanya ditempat tugas yang baru, pengenaan topi sebagai simbol melindungi Imam Baru  agar terhindar dari berbagai tantangan dan cobaan duniawi.