RP Kons Beo SVD

RP Kons Beo SVD April 13, 2020

Komunitas pilu: “guncangan akar” yang mendera Betapa pilu nasib sebagian warga kulit hitam Amerika. Rumah dan kawasan tempat tinggal mereka telah rata tanah. Telah digaruk dan digusur atas nama modernitas. Dan modernitas itu ditandai oleh pembangunan jalan raya serta aneka sentra bisnis marketing dengan bangunan supermaket aduhai. Mewah dan menjulang. Luka hati menganga tercipta dalam […]

RP Kons Beo SVD April 11, 2020

Kisah kita yang ‘tak sempurna’ Anda asyik menonton TV. Siaran langsung yang mendebarkan. Tinju dunia Pacman vs Morales seri III. Anda pendukung fanatik si boxer Philipino itu. Ronde demi ronde Anda cermati serius. Jangan coba-coba memang ada yang usil bikin buyar konsentrasi. Namanya cari hal yang tidak perlu. Jual beli pukulan seru dan sengit. Sulit […]

RP Kons Beo SVD April 10, 2020

Ada yang ‘indah’ dari Pilatus. Kedengarannya aneh dan agaknya tendensius. Tentu tidak karena adegan ‘cuci tangan’nya. Tidak pula karena lagak kalimat penuh angkuh dalam dialog pengadilan di istananya. Adegan ‘cuci tangannya’ sudah dianggap bagian dari satu lintasan rel pahit atas kematian Darah yang tak bersalah. Dimulai dari Iskariot yang tersihir oleh tiga puluh keping perak. […]

RP Kons Beo SVD April 7, 2020

China Belum Selesai Bercerita Masih ada cerita dari China. Kisahnya masih seputar virus corona itu. Katanya, sejak selesainya masa karantina (lockdown), sekian banyak pasangan mengantre. Antrian untuk dafarkan perceraian. Sejak pertengahan Maret 2020, banyak pasangan sudah merasa tak cocok. WE, harian online di Beijing, punya judul berita “Lockdown di China Bikin Angka Perceraian di China […]

RP Kons Beo SVD April 4, 2020

KITA kini benar-benar mesti termenung. Pekan Suci tanpa keramaian. Tanpa repot sana-sini untuk beberapa ‘pesta iman’ bersama. Pastor paroki, pastor rekan dan frater TOP sepertinya harus merenungi nasib pastoralnya di kamar sepih. Tanpa khalayaknya (umat). Para imam yang lain? Harus urung niat mulia pula untuk satu asistensi pekan suci. Panitia Paska? Cukuplah sie liturgi yang […]